1. Mammanu-manu
2. Mappese-pese
3. Massuro/madduta
4. Mapettuada
5. Mappasau botting
6. Mappanre temme
7. Mapacci
8. Mappasili
9. Mappasikarawa
10. Mapparola
11. Massiara
12. Massita beseng
1. Mammanu-manu
2. Mappese-pese
3. Massuro/madduta
4. Mapettuada
5. Mappasau botting
6. Mappanre temme
7. Mapacci
8. Mappasili
9. Mappasikarawa
10. Mapparola
11. Massiara
12. Massita beseng
Tak heran jika kampung komunitas Bugis yang terpencar di berbagai kabupaten di Pulau Sulawesi hingga ke pulau lain bahkan mancanegara, biasanya lebih mudah dikenal daerah asalnya karena nyali dan keberanian penduduknya bermain ayunan, mattojang juga biasanya dirayakan saat pesta panen rakyat.
Pesta petani pasca panen raya ini tidak hanya dihadiri sederet pejabat kabupaten seperti bupati dan kepala dinas, namun juga dihadiri ribuan warga dari berbagai desa bahkan tetangga kabupaten berkumpul menggelar permainan Mattojang sambil uji nyali dan keberanian.
Tak heran jika pesta panen yang biasanya dimeriahkan dengan permainan Mattojang dan Padendang atau seni menumbuk lesung dengan irama tertentu diikuti dengan tarian dan pertunjukan seni bela diri Pamanca, juga menjadi ajang wisata budaya yang selalu ramai dikunjungi warga serta turis mancanegara.
Sebagai syair tua yang didalamnya terdapat makna filosofi diantaranya prinsip kesungguhan, kerelaan, keihklasan, patriotisme, pantang menyerah, dan pengabdi yang dapat dipercaya serta amanah pada tanggungjawab dalam setiap gubahan syairnya. Aru’ juga diyakini mengandung nilai spiritual, dalam artian Aru’ harus diungkapkan dan dilaksanakan dengan jiwa yang sungguh-sungguh.
Syair Angngaru’ merupakan suatu susunan sastra dalam bahasa Makassar, yang diisi dengan kalimat – kalimat sumpah setia yang penuh keberanian, diucapkan oleh salah seorang tobarani di hadapan Raja. Selain itu, sebagai ritual menyampaiakan simbol jaminan keselamatan dan kenyamanan selama sang tamu yang disambut selama mengunjungi dan berada di tempat tertentu.
Mappadendang dikenal juga sebagai pesta tani adalah sebuah tradisi Bugis dalam mengucap syukur kepada Tuhan atas keberhasilan dalam memanen padi.
Tradisi Mappadendang identik dengan tradisi menumbuk gabah di dalam lesung yang memiliki nilai magis.
Hal ini dilakukan sebagai cara pensucian gabah yang masih terikat dengan batangnya dan terhubung dengan tanah menjadi ase (beras) yang nantinya akan menyatu dengan manusia.
Sigajang laleng lupa adalah tradisi tarung sarung dalam sarung. Tradisi ini hanya dijalani kaum laki-laki. Jika masalah pribadi tidak ada jalan keluar maka penyelesaiannya dilakukan secara jantan berkelahi hidup mati satu lawan satu dalam sarung.
Tradisi sigajang laleng lupa sudah difilmkan pada tahun 2020 yang dibintangi Yayang Ruhian, panji Zoni, dan Maizuri. Tradisi sigajang laleng lupa bermula pada masa kerajaan Bugis dahulu, dan ini merupakan upaya terakhir menyelesaikan sesuatu masalah adat yang tidak bisa di selesaikan walaupun nyawa jadi taruhan, tapi demi harga diri tetap di lakukan.
Orang Bugis sangat menjaga harkat martabat dirinya. Ada pepatah Bugis mengatakan " ketika badik telah keluar dari sarungnya pantang diselip di pinggang sebelum terhujam ditubuh lawan ".